
Jakarta | Acehtraffic.com - Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana Andi Arief, meminta kejelasan kepada Metro TV, atas laporan yang di terimanya, bahwa televisi nasional itu mengedarkan penawaran iklan Paket spesial Breaking News-"GEMPA ACEH", pada saat kejadian Gempa di Aceh, Rabu sore 11 April 2012 kemarin yang menimbulkan korban jiwa dan harta benda masyarakat.
"Saya mendapatkan bukti dari laporan masyarakat bahwa Metro TV mengedarkan penawaran iklan untuk paket berita / breaking news pada saat terjadi bencana. Jika ini benar, ini sungguh mengecewakan," ujar Andi dalam perbincangannya dengan politikindonesia.com, Kamis malam 12 April 2012.
Kata Andi Arief, di tengah kepentingan nasional ketika sebuah bencana alam terjadi yang dikhawatirkan saat itu bisa berdampak luas dan atas dasar kemanusiaan, tidak sepantasnya pers nasional berbuat seperti itu. Sangat disayangkan, ketika peristiwa bencana terjadi, dimana kekhawatiran dan kepanikan sedang terjadi, momentum itu justru dijadikan sebagai alat untuk mencari keuntungan materi.
Andi Arief menghimbau pers nasional, pada saat terjadinya bencana alam, agar mengutamakan prioritas isi siaran dalam proses informasi kejadian bencana secara imparsial dan proporsional. Perlu didahulukan pemulihan korban, keluarga dan atau masyarakat yang terkena bencana atau musibah.
Berdasarkan penelusuran, pihak Metro TV mengirimkan surat penawaran iklan untuk "Breaking News" Gempa Aceh pada hari Rabu, tanggal: 11 April 2012 pukul 16:57 WIB, dengan Perihal: Paket Breaking News GEMPA ACEH, kepada publik.
Jika dilihat dari waktu surat penawaran iklan dari metro TV tersebut, hanya berselang beberapa menit saja sejak dirasakannya gempa yang telah menimbulkan korban jiwa dan kerusakan di beberapa tempat di Sumatera. | AT | PI |











Posting Komentar