
Jakarta | Acehtraffic.com - Lolosnya 351 kg sabu asal China melalui Malaysia di pelabuhan peti kemas Tanjung Priok diduga karena lemahnya sistem pemeriksaan barang muatan. Tiga orang dari pihak bea cukai telah diperiksa tentang proses pemeriksaan kontainer.
Ketiga orang tersebut adalah Budi Susilo dan Tri Baroto (pemeriksa dokumen) serta Joy (pemeriksa barang).
"Untuk Joy, pemeriksaan barang langsung ada ketentuannya. Paling tidak barang yang masuk diperiksa 10 persen. Tapi ini hanya 3 box yang diperiksa dari 300 box. Sementara yang diperiksa Joy adalah makanan ikan arwana," jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Kamis 7 Juni 2012
Rikwanto menambahkan Joy mengaku hal itu bisa terjadi karena keterbatasan waktu dan lelah akibat banyaknya kontainer yang harus diperiksa. Menurutnya keterangan Joy tersebut akan dikonfrontir.
"Akan dikonfrontir ketiganya, bagaimana sabu sebanyak itu bisa lolos. Dari pemeriksaan sejauh ini belum tampak keterlibatan mereka," jelasnya.
Rikwanto mengatakan hingga saat ini belum melihat kemungkinan untuk menambah jumlah tersangka.
"Jika sudah ditemukan manipulasi bea masuk dan ikut meloloskan sabu masuk, baru nanti akan diperiksa perkembangannya ke arah lainnya," ujar Rikwanto.
Sebelumnya, petugas Polda Metro Jaya telah menangkap lima tersangka, berinisial AK, DR, MW alias A dan seorang warga Malaysia, EWH alias J, serta impotirnya, PTR pada beberapa lokasi di Jakarta dan sekitarnya.| AT | DT |
Ketiga orang tersebut adalah Budi Susilo dan Tri Baroto (pemeriksa dokumen) serta Joy (pemeriksa barang).
"Untuk Joy, pemeriksaan barang langsung ada ketentuannya. Paling tidak barang yang masuk diperiksa 10 persen. Tapi ini hanya 3 box yang diperiksa dari 300 box. Sementara yang diperiksa Joy adalah makanan ikan arwana," jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Kamis 7 Juni 2012
Rikwanto menambahkan Joy mengaku hal itu bisa terjadi karena keterbatasan waktu dan lelah akibat banyaknya kontainer yang harus diperiksa. Menurutnya keterangan Joy tersebut akan dikonfrontir.
"Akan dikonfrontir ketiganya, bagaimana sabu sebanyak itu bisa lolos. Dari pemeriksaan sejauh ini belum tampak keterlibatan mereka," jelasnya.
Rikwanto mengatakan hingga saat ini belum melihat kemungkinan untuk menambah jumlah tersangka.
"Jika sudah ditemukan manipulasi bea masuk dan ikut meloloskan sabu masuk, baru nanti akan diperiksa perkembangannya ke arah lainnya," ujar Rikwanto.
Sebelumnya, petugas Polda Metro Jaya telah menangkap lima tersangka, berinisial AK, DR, MW alias A dan seorang warga Malaysia, EWH alias J, serta impotirnya, PTR pada beberapa lokasi di Jakarta dan sekitarnya.| AT | DT |











Posting Komentar