Jakarta | Acehtraffic.com - Dalam persidangan terdakwa kasus dugaan suap alokasi Dana Penyesuaian Infrastruktur Daerah (DPID) Wa Ode Nurhayati menghadirkan saksi-saksi dari sekretariat Badan Anggaran DPR. Salah satu saksi yang dihadirkan yakni staf banggar yakni Khaerudin.
Saat bersaksi, Khaerudin mengungkapkan bahwa dirinyalah yang mengetik sendiri kode-kode warna dalam usulan nama daerah DPID. Khaerudin mengatakan hal itu dilakukannya atas perintah dari atasannya yakni Kasubag rapat Banggar DPR, Nando.
"Data itu berupa kertas ketikan berupa nama daerah dan alokasi," papar Khaerudin.
Namun, Khaerudin membantah pewarnaan kode-kode tersebut berkaitan dengan fraksi di DPR. Khaerudin beralasan maksud dari pewarnaan kode-kode tersebut yakni untuk mempermudah pengerjaan dalam usulan nama-nama daerah DPID.
"Semua warna itu menggambarkan teknis kami mengetahui perubahan alokasinya," ujarnya.
Khaerudin pun menjelaskan kode-kode daerah penerima DPID itu antara lain p1, p2, p3 dan p4. "p1 itu Pak Melchias, p2 itu Pak Mirwan, p3 Pak Olly dan p4 itu Pak Tamsil," ujarnya.
Kemudian, kode-kode seperti A, yakni PKB, PKS, PAN, HAN, PD, PPG, PPP, PDIP menandakan usulan fraksi yang ada di DPR.
"Diberikan Nando (atasan Khaerudin di Banggar) untuk mempermudah kroscek. Setahu saya itu usulan fraksi," singkatnya.
Para anggota Banggar DPR telah berkali-kali membantah ikut kecipratan duit suap.| AT | M | MR |












Posting Komentar