
Perserikatan Bangsa-bangsa | acehtraffic.com - Islandia pada Sabtu, 29 September 2012, seperti dilaporkan Xinhua, menyerukan solusi diplomatik mengenai ketegangan antara Israel dan Iran atas program nuklir Teheran, serta perselisihan lanjutan antara Israel dan Palestina.
Komentar itu muncul dari menteri luar negeri Islandia, Ossur Skarphyinsson, pada Debat Umum sidang Majelis Umum ke-67, yang dibuka disini pada hari Selasa.
Sebagai respon terhadap pidato Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang dibuat di sini pada hari Kamis, ia mengatakan, "Jangan membom Iran. Jangan mulai lagi perang di timur tengah."
Dan berbicara kepada Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad, ia memohon, "Jangan membuat bom."
Israel dan negara-negara Barat menuduh Iran secara rahasia mengupayakan senjata nuklir, meskipun Republik Islam Iran bersikeras bahwa program nuklirnya hanya bersifat damai.
"Marilah kita berdiplomasi, Mari kita bekerja bersama-sama untuk perdamaian," katanya.
Menteri itu juga mengatakan, "situasi di Palestina tidak dapat diterima bagi siapa saja yang menghormati martabat manusia," mencatat bahwa sebuah laporan PBB baru-baru ini mengingatkan Gaza tidak mungkin menjadi tempat yang layak huni pada tahun 2020.
Cara terbaik untuk memastikan perdamaian adalah "solusi dua-negara yang tidak hanya untuk kepentingan rakyat Palestina, tapi untuk orang-orang Israel juga," katanya. | AT | Z | Xinhua











Posting Komentar