Vladivostok | Acehtraffic.com - Ketika badai mematikan Topan Bolaven telah meninggalkan jejak kehancuran minggu ini di Utara dan Selatan Korea. Tapi di Rusia Timur badai tersebut membawa berkah. Sebuah gelombang laut besar akibat dari badai topan yang melanda semenanjung Korea yang belum pernah terjadi sebelumnya di wilayah itu melemparkan moluska dan kepiting ke pantai yang paling populer di Vladivostok.
Warga Rusia berduyun-duyun ke pantai Siberia untuk meraup jutaan kerang dan kepiting darat untuk kemudian dimasak sebagai makan siang gratis. Disaat warga Rusia berbondong-bondong ke pantai Lazurnaya Bay untuk meraup moluska yang terdampar oleh Topan Bolaven, semenanjung Korea sedang menghitung biaya kerugian yang diakibatkan topan itu. Seperti terendam rumah dan jalan, merusak ribuan hektar tanaman dan memicu tanah longsor yang mengubur rel kereta api, dan segera diikuti oleh badai besar kedua, Topan Tembin.
Warga terus berdatangan dengan hanya menggunakan bikini gadis-gadis muda bergabung membawa tas untuk mengumpulkan kerang sebanyak mungkin. Di sepanjang garis pantai dapat kita lihat orang disibukkan dengan mengumpulkan kerang dan kepiting.
![]() |
| Badai Mematikan: Sebuah perahu ditengah laut di Wonsan City, Korea Utara terombang-ambing oleh Topan Bolaven |
![]() |
Orang menyeberang melalui jalan banjir di Mokpo, Korea Selatan, setelah terjadinya Topan Tembin minggu lalu. |






















Posting Komentar