Laba Bersih Medco Energi Turun 57,5 Persen



Jakarta | Acehtraffic.com -  PT Medco Energi Internasional Tbk. menyatakan laba bersih perseroan turun 57,5 persen. Pada paruh pertama 2011, laba bersih perseroan US$ 8 juta. "Sedangkan laba bersih pada paruh pertama tahun ini tercatat US$ 3,4 juta," kata Direktur Keuangan Perseroan, Syamsurizal Munaf, melalui keterangan resminya, Kamis, 28 September 2012.

Ia pun menjelaskan, pada paruh pertama tahun ini, total biaya turun dari US$ 474,8 juta menjadi US$ 428. Sehingga laba operasi perseroan pada paruh pertama 2012 menjadi US$ 127,8 juta. "13,3 persen lebih tinggi dari periode yang sama tahun lalu sebesar US$ 111,6 juta," ujar Syamsurizal.

Namun, Medco Energi pun menyatakan penjualan dan pendapatan usaha lainnya mencapai US$ 554,3 juta. Angka tersebut 5,5 persen lebih rendah dibanding periode yang sama tahun lalu, yaitu sebesar US$ 586,4 juta.

Penurunan terjadi karena Medco Energi sudah tidak lagi memasukkan pendapatan usaha dari penjualan tenaga listrik sejak 2012 ke dalam laporan keuangan konsolidasi. Namun, Syamsurizal mengatakan penjualan bersih minyak dan gas lebih tinggi dari periode yang sama

Penjualan bersih minyak dan gas tercatat sebesar US$ 428,2 juta. Sedangkan angka penjualan tersebut pada periode yang sama tahun lalu tercatat US$ 422,9 juta.

Peningkatan tersebut disebabkan oleh tingginya harga rata-rata penjualan minyak pada paruh pertama 2012 yang mencapai US$ 120,77 per barel. Sedangkan harga rata-rata tersebut pada periode yang sama tahun lalu masih US$ 113,08 per barel. Selain itu, Medco Energi menyatakan produksi minyak dan gas pada paruh pertama 2012 stabil, yaitu 56,7 MBOEPD.

"Laba kotor perseroan US$ 203,4 juta pada paruh pertama 2012," kata Syamsurizal. Angka tersebut meningkat dari US$ 182,4 juta pada periode yang sama tahun lalu, meski usaha ketenagalistrikan sudah didekonsolidasi. Laba kotor perseroan pada paruh pertama 2011 bila usaha ketenagalistrikan tidak dimasukkan adalah US$ 169,9 juta.

Dari sisi neraca, jumlah aset Medco Energi pada paruh pertama tahun ini meningkat 12,8 persen, dari US$ 2.328,0 juta menjadi US$ 2.626,6 juta. Peningkatan tersebut disebabkan oleh penerbitan obligasi rupiah serta penarikan dari pinjaman siaga bank lainnya.

Syamsurizal menuturkan, posisi keuangan perseroan saat ini masih kuat. "Dengan ketersediaan kas, kami mampu memenuhi komitmen keuangan bagi pengembangan proyek utama dan program eksplorasi tahun ini serta tahun-tahun mendatang," katanya.
| AT | M | TO |
Share this post :

Posting Komentar

 
>> Copyright © 2012. AchehPress - Informasi dan media - All Rights Reserved
Template Created by Author Published by Blogger
Powered by Google