
Beijing | acehtraffic.com - Lebih dari 30 persen orang China mengkonsumsi terlalu banyak zat aluminium dalam pola makan mereka, menurut laporan Health News, sebuah surat kabar yang dikelola oleh Departemen Kesehatan China.
Chen Junshi, seorang peneliti dari Komite Pakar Nasional untuk Pengkajian Keamanan Risiko Pangan, seperti dilansir Xinhua, Jumat, 28 September 2012, mengatakan bahwa 32,5 persen orang Cina mengkonsumsi jumlah aluminium yang melebihi jumlah maksimum yang boleh masuk ke dalam tubuh manusia per minggu (provisional tolerable weekly intake= PTWI).
Chen mengatakan pada hari Kamis di sebuah simposium internasional penilaian keamanan risiko pangan bahwa aluminium yang mengandung aditif adalah penyebab utama dari masalah, karena banyak makanan pokok orang China, seperti mie dan roti kukus, dibuat dengan bahan aditif yang mengandung aluminium.
Chen mengatakan orang China bagian utara cenderung makan mie sebagai makanan utama untuk sebagian besar makanan, punya asupan aluminium rata-rata 5,1 mg per 1 kg berat badan, 2,6 kali dari jumlah yang disarankan oleh Organisasi Kesehatan Dunia.
Asupan aluminium yang tinggi diyakini berbahaya bagi sistem saraf pusat. Hal ini diketahui memiliki efek pada perkembangan sistem saraf anak-anak, yang dapat mempengaruhi perkembangan mental mereka. | AT | Z | Xinhua











Posting Komentar