
Mobil yang ditumpangi Densus 88 yang didukung pasukan Brimob langsung melakukan menggeledahan di rumah kos Fendi, sekitar pukul 15.30 WIB.
Sejumlah anggota Brimob maupun Samapta Polresta Surakarta langsung melakukan pembatasan lokasi dengan memasang garis polisi, sehingga ratusan warga yang ingin melihat hanya bisa dari jarak sekitar 150 meter dari lokasi rumah kos.
Menurut Wandi, warga setempat, rumah kost di RT 1 RW 5 Dukuh Tuak itu, milik warga setempat, Andi (40). Rumah itu, memang sudah lama menjadi tempat kos.
Fendi yang kos di rumah Andi itu, pekerjaan sehari-harinya menjual roti. Dia berasal dari Bekonang Sukoharjo, dan istrinya bernama Rahma (25), mereka mempunyai dua anak.
Menurut dia, Fendi memang sering menggunakan celana yang cingkrang (di atas mata kaki) dan orangnya tertutup serta jarang bergaul. Namun, warga tidak mengetahui kapan Fendi ditangkap polisi.
Bandi warga setempat lainnya menjelaskan, warga tidak menyangka jika di kampung tersebut ada yang terlibat teroris. "Namun, dia pendatang bukan asli kampung sini," ucapnya.
Tim investigasi dan Gegana telah memasuki lokasi penggeledahan rumah kos tersebut, bahkan, pasukan Brimob dan TNI dengan senjata lengkap tetap berjaga-jaga di lokasi.| AT | M | BJ |











Posting Komentar