Lhokseumawe | Acehtraffic.com – Puluhan pekerja outsourcing [kontrak] PT. Elisa Cipta sub rekanan PT. Quest Geophisycal Asia main kontraktor perusahaan suvery Migas Zaratex NV kembali melakukan aksi mogok kerja untuk kesekian kalinya. Minggu, 2 September 2012.
Kordinator aksi, Sujefri mengatakan. pihaknya kembali melakukan mogok karena pihak perusahaan masih belum mempunyai itikat baik untuk menyelesaikan tuntutan mereka, sehingga para pekerja memilih untuk mogok kerja sampai tuntutan dipenuhi.
“Selama tuntutan kami belum direspon, maka kami akan tetap mogok kerja”, ujar Sujefri.
Kami masih menutut, sambung Sujefri agar upah lembur kami yang belum dibayar, untuk segera dibayar dengan sepenuhnya. Pihak perusahaan terlihat masih belum punya itikat baik untuk merespon tuntutan kami.
Sujefri menambahkan, ada sebagian para pekerja yang melakukan mogok ini sudah di PHK kan. Pihak perusahaan berdalih bahwa, di PHKnya mereka karena kontrak kerja yang sudah habis.
Akibat dari mogok para pekerja tersebut, menyebabkan pihak perusahaan harus menggunakan karyawannya sendiri untuk membawa mobil operasional lapangan dan segala fasilitas seismic kelokasi kerja.
Para pekerja tersebut menilai, dibawanya mobil operasional telah melanggar dengan undang-undang Health, Safety, Environment [HSE]. Itu tidak boleh dilaksanakan karena tidak memenuhi standar kerja.
HSE Supervisor PT. Quest Geophisycal Asia, Frans Manik ketika di konfirmasi The Aceh Traffic mengatakan. semua yang membawa mobil operasional lapangan telah diinduksikan dan memenuhi standar kerja.
“Tadi saja telah induksikan mereka dan semuanya memenuhi standar kerja”, tutur Frans Manik.
Menurut pantauan The Aceh Traffic, para pekerja tersebut melakukan mogok di depan pintu gerbang menuju ke Mes PT. Quest Geophisycal Asia yang terletak di Bukit Indah, Desa Blang Pulo Kecamatan Muara Satu Kota Lhokseumawe semenjak pukul 07:00 Wib | AT | AG |












Posting Komentar