
Acehtraffic.com - Komite Peradilan HAM Iran menolak laporan terbaru oleh penyidik hak asasi manusia PBB terkait Iran dan menilainya sebagai sebuah propaganda.
"... Ini hanya propaganda terhadap Iran dan budaya Islam, yang telah disusun oleh Barat dengan memanfaatkan kelemahan dan kecacatan struktur PBB untuk tujuan politik dan menghasut opini publik, menyebarkan ketidakcocokan budaya, mempromosikan unilateralisme Barat-Zionis serta menancapkan monopoli," kata komite tersebut dalam sebuah pernyataan pada hari Minggu, 21 Oktober 2012.
Awal bulan ini, Ahmed Shaheed, pelapor khusus PBB pada situasi hak asasi manusia di Iran, menuduh Republik Islam telah melanggar HAM.
"Republik Islam menganggap tindakan PBB ini, tidak bisa dibenarkan dari sudut pandang hukum, sangat lemah dan tidak bisa diterima dari segi teknis, tidak berdasar dari sudut pandang metodologis, dan sebuah skandal dari sisi moral," tegas pernyataan tersebut.
Komite lalu bertanya mengapa tidak ada pelapor khusus untuk Amerika Serikat, Inggris, Perancis, Jerman, Kanada dan rezim Zionis Israel, di mana semua negara itu melakukan genosida dan pembantaian, namun PBB menunjuk seorang pelapor untuk Iran, sebagai negara demokrasi terkuat di Timur Tengah.
"Republik Islam memiliki sebuah konstitusi yang jelas dan hukum pidana sipil yang baik, di mana tidak pernah bisa terdistorsi oleh taktik propaganda seperti penyalahgunaan tribun internasional," tambahnya.
Tehran bersikeras bahwa penunjukan pelapor khusus PBB terkait hak asasi manusia Iran adalah diskriminatif, bermotif politik dan tidak dapat diterima.| AT | M | Irib |
"... Ini hanya propaganda terhadap Iran dan budaya Islam, yang telah disusun oleh Barat dengan memanfaatkan kelemahan dan kecacatan struktur PBB untuk tujuan politik dan menghasut opini publik, menyebarkan ketidakcocokan budaya, mempromosikan unilateralisme Barat-Zionis serta menancapkan monopoli," kata komite tersebut dalam sebuah pernyataan pada hari Minggu, 21 Oktober 2012.
Awal bulan ini, Ahmed Shaheed, pelapor khusus PBB pada situasi hak asasi manusia di Iran, menuduh Republik Islam telah melanggar HAM.
"Republik Islam menganggap tindakan PBB ini, tidak bisa dibenarkan dari sudut pandang hukum, sangat lemah dan tidak bisa diterima dari segi teknis, tidak berdasar dari sudut pandang metodologis, dan sebuah skandal dari sisi moral," tegas pernyataan tersebut.
Komite lalu bertanya mengapa tidak ada pelapor khusus untuk Amerika Serikat, Inggris, Perancis, Jerman, Kanada dan rezim Zionis Israel, di mana semua negara itu melakukan genosida dan pembantaian, namun PBB menunjuk seorang pelapor untuk Iran, sebagai negara demokrasi terkuat di Timur Tengah.
"Republik Islam memiliki sebuah konstitusi yang jelas dan hukum pidana sipil yang baik, di mana tidak pernah bisa terdistorsi oleh taktik propaganda seperti penyalahgunaan tribun internasional," tambahnya.
Tehran bersikeras bahwa penunjukan pelapor khusus PBB terkait hak asasi manusia Iran adalah diskriminatif, bermotif politik dan tidak dapat diterima.| AT | M | Irib |











Posting Komentar