Acehtraffic.com- Sekretaris Jenderal NATO Anders Fogh Rasmussen melakukan lawatan mendadak ke Afghanistan. Setibanya di Kabul dan bertemu dengan Presiden Hamid Karzai, ia pun melakukan jumpa pers bersama.
Di jumpa pers ini Rasmussen menandaskan, NATO setelah tahun 2014 akan tetap melanjutkan bantuannya kepada Afghanistan khususnya di bidang pelatihan pasukan keamanan Kabul.
Menurut Rasmussen, NATO juga akan memberikan senjata berat kepada militer Afghanistan, namun hal ini masih membutuhkan waktu, apalagi tentara Afghanistan harus mendapat pelatihan dahulu untuk mengoperasikan peralatan tersebut.
Sementara itu, Karzai mengatakan, pelimpahan tanggung jawab keamanan dari pasukan asing kepada Afghanistan merupakan proses yang tepat.
Lawatan Rasmussen ke Afghanistan dilakukan di saat beberapa waktu lalu sekjen NATO ini melontarkan pernyataan terkait kemungkinan penarikan dini pasukan asing dari Kabul sebelum tahun 2014. Mencermati strategi Rasmussen terkait penarikan dini pasukan asing dari Afghanistan maka statemen terbaru petinggi NATO di Kabul mulai menemukan maknanya.
Richard Krip Wall, salah satu petinggi NATO di Aghanistan dalam beberapa hari terakhir mengaku kesiapan penuh pasukan keamanan Afghanistan untuk menerima tanggung jawab kontrol keamanan dari pasukan asing.
Sejumlah pengamat meyakini, kebijakan lama NATO dalam menebar citra buruk kemampuan pasukan Afghanistan dalam melawan ancaman setelah penarikan pasukan Amerika dan NATO dari negara ini setelah tahun 2014 yang ditujukan untuk membesar-besarkan kemampuan pasukan asing telah mengalami sedikit perubahan.
Mengingat berbagai kesulitan yang dihadapi negara-negara Barat di Afghanistan termasuk biaya besar guna melanjutkan perang serta kian bertambahnya korban pasukan asing, NATO terpaksa mengambil kebijakan untuk menarik secepatnya pasukan dari negara ini. Hal ini pula yang memaksa Krip Wall, penanggung jawab proses pelimpahan tanggung jawab keamanan dari pasukan asing ke Afghanistan, mengakui kemampuan pasukan keamanan negara ini.
Muncul pula prediksi bahwa ketika Amerika Serikat dan NATO secara bersama-sama selain mengklaim posisi penting pasukan asing di Afghanistan dalam menjamin keamanan negara ini serta menuding pasukan Kabul terlalu lemah dalam menghadapi setiap ancaman, maka baik AS atau NATO nantinya tak akan lepas dari kritik opini publik dunia.
AS dan NATO yang sebelumnya berjanji peralatan dan pelatihan pasukan keamanan dan polisi Afghanistan menjadi agenda kerja mereka, selama 11 tahun bercokol di Kabul belum pernah melakukan langkah-langkah positif.
Saat ini, bertambahnya kemampuan pasukan Afghanistan untuk menjaga kedaulatan negaranya muncul dari kian kuatnya semangat nasionalisme di antara mereka serta peluang percepatan penarikan pasukan AS dan NATO dari Afghanistan.
Oleh karena itu, NATO terpaksa mengakui kemampuan pasukan keamanan dan polisi Afghanistan serta mempercepat penarikan pasukannya dari negara ini | AT | R | Irib|
Menurut Rasmussen, NATO juga akan memberikan senjata berat kepada militer Afghanistan, namun hal ini masih membutuhkan waktu, apalagi tentara Afghanistan harus mendapat pelatihan dahulu untuk mengoperasikan peralatan tersebut.
Sementara itu, Karzai mengatakan, pelimpahan tanggung jawab keamanan dari pasukan asing kepada Afghanistan merupakan proses yang tepat.
Lawatan Rasmussen ke Afghanistan dilakukan di saat beberapa waktu lalu sekjen NATO ini melontarkan pernyataan terkait kemungkinan penarikan dini pasukan asing dari Kabul sebelum tahun 2014. Mencermati strategi Rasmussen terkait penarikan dini pasukan asing dari Afghanistan maka statemen terbaru petinggi NATO di Kabul mulai menemukan maknanya.
Richard Krip Wall, salah satu petinggi NATO di Aghanistan dalam beberapa hari terakhir mengaku kesiapan penuh pasukan keamanan Afghanistan untuk menerima tanggung jawab kontrol keamanan dari pasukan asing.
Sejumlah pengamat meyakini, kebijakan lama NATO dalam menebar citra buruk kemampuan pasukan Afghanistan dalam melawan ancaman setelah penarikan pasukan Amerika dan NATO dari negara ini setelah tahun 2014 yang ditujukan untuk membesar-besarkan kemampuan pasukan asing telah mengalami sedikit perubahan.
Mengingat berbagai kesulitan yang dihadapi negara-negara Barat di Afghanistan termasuk biaya besar guna melanjutkan perang serta kian bertambahnya korban pasukan asing, NATO terpaksa mengambil kebijakan untuk menarik secepatnya pasukan dari negara ini. Hal ini pula yang memaksa Krip Wall, penanggung jawab proses pelimpahan tanggung jawab keamanan dari pasukan asing ke Afghanistan, mengakui kemampuan pasukan keamanan negara ini.
Muncul pula prediksi bahwa ketika Amerika Serikat dan NATO secara bersama-sama selain mengklaim posisi penting pasukan asing di Afghanistan dalam menjamin keamanan negara ini serta menuding pasukan Kabul terlalu lemah dalam menghadapi setiap ancaman, maka baik AS atau NATO nantinya tak akan lepas dari kritik opini publik dunia.
AS dan NATO yang sebelumnya berjanji peralatan dan pelatihan pasukan keamanan dan polisi Afghanistan menjadi agenda kerja mereka, selama 11 tahun bercokol di Kabul belum pernah melakukan langkah-langkah positif.
Saat ini, bertambahnya kemampuan pasukan Afghanistan untuk menjaga kedaulatan negaranya muncul dari kian kuatnya semangat nasionalisme di antara mereka serta peluang percepatan penarikan pasukan AS dan NATO dari Afghanistan.
Oleh karena itu, NATO terpaksa mengakui kemampuan pasukan keamanan dan polisi Afghanistan serta mempercepat penarikan pasukannya dari negara ini | AT | R | Irib|












Posting Komentar