
Teheran | acehtraffic.com - Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad menyerukan persatuan di antara masyarakat dunia, memperingatkan skema AS-Israel yang bertujuan untuk menebar perselisihan antar negara.
"Kita harus mengatasi kesengsaraan dunia melalui diskusi pada akar dan isu-isu fundamental," kata Ahmadinejad dalam pertemuan dengan tokoh politik, agama dan intelektual Pakistan di Islamabad pada akhir Rabu.
"Pertanyaan saya adalah 'Apakah daerah lain memiliki kondisi yang lebih baik daripada Afghanistan, Pakistan, Gaza atau Palestina? Apakah orang-orang Eropa memiliki kehidupan yang sehat? "Dia mempertanyakan.
Ahmadinejad membuat pernyataan itu sehari sebelum pertemuan Kelompok Delapan Negara Berkembang, juga dikenal sebagai kelompok D8, di ibukota Pakistan.
"Zionisme dan AS membuat upaya untuk memenuhi kepentingan mereka melalui penaburan perselisihan di antara semua bangsa di dunia," kata Ahmadinejad, menyebut Washington sebagai "perampok terbesar" di jaman modern.
Dia mengkritik kontrol Zionis dari Dewan Keamanan PBB serta raksasa ekonomi dan media dunia, mengingatkan bahwa reformasi di sektor-sektor tersebut tidak meninggalkan peluang bagi aturan ekspansionis super power.
"Kita perlu bergandengan tangan untuk menghapus semua batas yang tidak manusiawi dan tidak adil, dan hal ini mungkin," tegasnya, mengungkapkan harapan bahwa melalui persatuan dunia akan menyaksikan penghapusan Zionisme dan kolonialisme AS.
Iran, Turki, Malaysia, Pakistan, Nigeria, Mesir, Bangladesh dan Indonesia membentuk kelompok D8, dengan jumlah penduduk satu miliar orang dan harga pasar gabungan satu triliun dolar. Kelompok ini bertekad untuk meningkatkan volume perdagangan sebesar USD 500 miliar pada tahun 2018.
Presiden Mesir Mohamed Morsi, Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden Nigeria Goodluck Jonathan, dan Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan adalah salah satu tokoh utama yang menghadiri KTT ke-8 di Islamabad. | AT | Z | PressTV











Posting Komentar