
Jerusalem | acehtraffic.com - Menteri Pertahanan Israel Ehud Barak mengancam bahwa rezim Tel Aviv siap melanjutkan serangan mematikan di Jalur Gaza jika gencatan senjata yang dimediasi Mesir gagal dipertahankan.
Gencatan senjata "dapat berlangsung sembilan hari, sembilan minggu atau lebih, tetapi jika tidak bertahan, kami tahu apa yang harus dilakukan, dan kemudian tentu saja kami akan mempertimbangkan kemungkinan melanjutkan kegiatan (militer) kami jika terjadi penembakan atau provokasi, "Barak mengatakan pada hari Kamis.
Dia juga menyatakan bahwa kesepakatan gencatan senjata bukan perjanjian formal antara Israel dan Hamas. "Ini bukan kesepakatan, itu adalah kertas yang tidak ditandatangani."
Perjanjian gencatan senjata yang dimediasi Mesir mulai berlaku pada pukul 19.00 GMT pada Rabu, mengakhiri serangan Israel delapan hari di Jalur Gaza yang menewaskan lebih dari 160 warga Palestina dan melukai sekitar 1.200 orang.
Sementara itu, sumber-sumber Israel menyebutkan perisai rudal Iron Dome berhasil mencegat sekitar 420 roket dari sekitar 1.500 roket yang ditembakkan oleh pejuang ke kota-kota Israel sebagai balasan atas serangan mematikan Israel di Gaza. | AT | Z | PressTV











Posting Komentar