Jakarta | acehtraffic.com - Saat ini bisa dibilang makin banyak ditemukan perempuan hamil tanpa ada pernikahan. Padahal studi baru menemukan perempuan menikah cenderung memiliki kehamilan yang sehat ketimbang tidak menikah.
Sebuah studi baru menemukan dibanding dengan perempuan yang tidak menikah, maka perempuan menikah cenderung lebih kecil kemungkinannya mengalami kekerasan dalam rumah tangga, penyalahgunaan zat dan depresi setelah melahirkan, sehingga memiliki kehamilan yang sehat.
Para peneliti melihat data lebih dari 6.400 perempuan yang ikut ambil bagian dalam Canadian Maternity Experiences Survey 2006-2007. Hasilnya diterbitkan dalam edisi online dari American Journal of Public Health.
Peneliti menemukan sekitar 10 persen perempuan menikah mengalami salah satu masalah tersebut, tapi pada perempuan yang tidak menikah angkanya lebih tinggi yaitu 20 persen.
"Hal ini penting untuk mengetahui apa perbedaan antara pasangan menikah dan yang tidak menikah, karena jumlah anak yang lahir di luar nikah mulai meningkat," ujar Dr Marcelo Urquia, epidemiologis di Centre for Research on Inner City Health di St Michael's Hospital, Toronto, seperti dikutip dari Health24, Minggu 6 Januari 2013.
Meski begitu belum diketahui dengan pasti mengapa perempuan yang menikah cenderung memiliki kehamilan yang sehat dan positif. Namun diperkirakan menikah membuat seseorang lebih bahagia dan risiko stres lebih rendah, sehingga kemungkinan mengalami depresi setelah melahirkan akan jauh lebih kecil.
Sementara itu dalam studi berbeda yang dilakukan peneliti Curt Sandman dari University of California diketahui depresi yang dialami setelah melahirkan membuat emosional ibu berubah sehingga mempengaruhi perkembangan mental serta fisik anak.
Para peneliti menggarisbawahi perlunya segera dilakukan pengobatan pada ibu yang mengalami depresi, sehingga anak-anaknya mendapatkan pengalaman positif dan baik untuk kesehatan ibu serta anaknya pula. Namun penanganan depresi setelah melahirkan perlu bantuan dari dokter agar obat yang diberikan tepat.
Selain itu diperlukan juga dukungan dari pasangan serta keluarga untuk menemukan hal-hal apa saja yang menjadi beban berat pikirannya, serta usahakan tetap mendapat istirahat yang nyaman dan cukup. | AT | H | DT |












Posting Komentar