
Acehtraffic.com - Anggota fraksi Aliansi Pemerintah Hukum di parlemen Irak, Abbas Bayati memperingatkan adanya sejumlah makar regional untuk memprovokasi kekerasan dan melawan pemerintah pusat negara ini.
Bayati dalam wawancaranya dengan Alalam 2 Februari 2013 mengatakan, tujuan dari propaganda tersebut adalah pembentukan sebuah sistem pemerintahan yang tidak berbeda dengan rezim terguling Baats pimpinan Saddam Husein.
Anggota parlemen Irak ini menjelaskan, "Apa yang terjadi sekarang di Irak, secara lahiriah sejumlah tuntutan memang sah akan sebenarnya tuntutan tersebut adalah untuk mengembalikan kondisi Irak ke era dulu dan pembentukan pemerintahan yang kemungkinan tidak jauh berbeda dengan rezim Baats."
Ditambahkannya, sebagian tuntutan sah dan pemerintah PM Irak Nouri al-Maliki berusaha untuk mewujudkannya dan bahkan telah dibentuk berbagai komite untuk merealisasikannya.
Menyinggung campur tangan sejumlah negara regional dalam masalah Irak, Bayati mengatakan, negara-negara tetangga Irak harus lebih dari pihak lain berusaha menjaga persatuan dan stabilitas keamanan-politik di Irak, karena campur tangan sejumlah negara bukan saja akan merusak keamanan Irak melainkan juga berdampak buruk pada seluruh kawasan.
Menyinggung krisis di sejumlah negara regional termasuk Irak, Suriah, Mesir, Tunisia, Libya, Lebanon dan Kuwait, Ibrahim mengatakan, "Saat ini seluruh kawasan sedang menjadi ajang friksi dan krisis, dan banyak negara regional yang terjebak friksi internal.| AT | M | Irib |
Bayati dalam wawancaranya dengan Alalam 2 Februari 2013 mengatakan, tujuan dari propaganda tersebut adalah pembentukan sebuah sistem pemerintahan yang tidak berbeda dengan rezim terguling Baats pimpinan Saddam Husein.
Anggota parlemen Irak ini menjelaskan, "Apa yang terjadi sekarang di Irak, secara lahiriah sejumlah tuntutan memang sah akan sebenarnya tuntutan tersebut adalah untuk mengembalikan kondisi Irak ke era dulu dan pembentukan pemerintahan yang kemungkinan tidak jauh berbeda dengan rezim Baats."
Ditambahkannya, sebagian tuntutan sah dan pemerintah PM Irak Nouri al-Maliki berusaha untuk mewujudkannya dan bahkan telah dibentuk berbagai komite untuk merealisasikannya.
Menyinggung campur tangan sejumlah negara regional dalam masalah Irak, Bayati mengatakan, negara-negara tetangga Irak harus lebih dari pihak lain berusaha menjaga persatuan dan stabilitas keamanan-politik di Irak, karena campur tangan sejumlah negara bukan saja akan merusak keamanan Irak melainkan juga berdampak buruk pada seluruh kawasan.
Menyinggung krisis di sejumlah negara regional termasuk Irak, Suriah, Mesir, Tunisia, Libya, Lebanon dan Kuwait, Ibrahim mengatakan, "Saat ini seluruh kawasan sedang menjadi ajang friksi dan krisis, dan banyak negara regional yang terjebak friksi internal.| AT | M | Irib |











Posting Komentar