
Aceh Utara | Acehtraffic.com – Akibat tingginya harga gas, menyebabkan perusahaan pupuk PT. Iskandar Muda (PT.PIM) Hanya mampu mengoperasikan satu pabrik saja. Selasa 26 Februari 2013.
“PT. PIM mempunyai dua pabrik, namun hanya mampu kita operasikan satu pabrik saja,” Ujar Direktur Utama PT. PIM, Drs. Eko Sunarko, Akt, MM. Senin, 25 Februari 2013.
Eko Sunarko menjelaskan, kedua pabrik tersebut memiliki kapasitas masing-masing sebesar 570 ribu ton. karena hanya beroperasi satu pabrik, maka kita hanya berproduksi pupuk bersubsidi yang ditugaskan kepada kami, yaitu harus menyalurkan ke wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Riau
“Akan tetapi, kita tidak bisa beroperasi penuh 100 persen,” tutur Eko.
Maka kedepannya, PT. PIM akan memproduksi pupuk NPK, yaitu pupuk yang mengandung unsur hara utama, Nirtogen, Fosfor dan Kalium. Nantinya pupuk NPK ini tetap akan pasarkan kewilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Riau.
“Akhir 2014 nanti kita sudah mulai produksi,” kata Eko Sunarko.
Eko Sunarko menambahkan, nanti pada awalnya kita akan melakukan produksi pupuk NPK sebesar 20000 ton, maka dalam tahap selanjutnya kita kita akan produksi pupuk NPK sebesar 500000 ton.
Selain itu, saat ini PT. Pupuk Iskandar Muda juga tidak melakukan ekspor pupuk ke luar negeri. Karena biaya produksi lebih besar daripada jumlah harga ekspor pupuk ke luar negeri.
“Kalau nanti harga gas sudah mulai normal, maka kita tidak menutup kemungkinan kita akan melakukan ekspor lagi,” Ungkap Direktur Utama PT. PIM tersebut.| AT | AG |
“PT. PIM mempunyai dua pabrik, namun hanya mampu kita operasikan satu pabrik saja,” Ujar Direktur Utama PT. PIM, Drs. Eko Sunarko, Akt, MM. Senin, 25 Februari 2013.
Eko Sunarko menjelaskan, kedua pabrik tersebut memiliki kapasitas masing-masing sebesar 570 ribu ton. karena hanya beroperasi satu pabrik, maka kita hanya berproduksi pupuk bersubsidi yang ditugaskan kepada kami, yaitu harus menyalurkan ke wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Riau
“Akan tetapi, kita tidak bisa beroperasi penuh 100 persen,” tutur Eko.
Maka kedepannya, PT. PIM akan memproduksi pupuk NPK, yaitu pupuk yang mengandung unsur hara utama, Nirtogen, Fosfor dan Kalium. Nantinya pupuk NPK ini tetap akan pasarkan kewilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Riau.
“Akhir 2014 nanti kita sudah mulai produksi,” kata Eko Sunarko.
Eko Sunarko menambahkan, nanti pada awalnya kita akan melakukan produksi pupuk NPK sebesar 20000 ton, maka dalam tahap selanjutnya kita kita akan produksi pupuk NPK sebesar 500000 ton.
Selain itu, saat ini PT. Pupuk Iskandar Muda juga tidak melakukan ekspor pupuk ke luar negeri. Karena biaya produksi lebih besar daripada jumlah harga ekspor pupuk ke luar negeri.
“Kalau nanti harga gas sudah mulai normal, maka kita tidak menutup kemungkinan kita akan melakukan ekspor lagi,” Ungkap Direktur Utama PT. PIM tersebut.| AT | AG |











Posting Komentar