
Acehtraffic.com - Presiden Suriah Bashar al-Assad berduka cita atas kematian sejawatnya dari Venezuela Hugo Chavez, dan menyebutnya sebagai "kehilangan besar" untuk Suriah.
"Kematian pemimpin unik ini adalah kerugian besar bagi saya pribadi dan orang-orang Suriah," kata Assad dalam sebuah pernyataan yang disiarkan di televisi pemerintah pada Rabu (6/3).
Presiden Suriah menyampaikan belasungkawa kepada wakil Presiden Venezuela Nicolas Maduro.
"Chavez telah berdiri membela hak-hak Arab yang sah. Ia berdiri terhormat melawan konspirasi terhadap Suriah," tegas Presiden Suriah.
Chavez, pemimpin ikonik Venezuela meninggal pada Selasa (5/3) di usia 58 tahun setelah berjuang selama dua tahun menghadapi kanker. Ia menderita komplikasi setelah operasi terbarunya pada bulan Desember.
Kematian Chavez memicu kesedihan mendalam bagi warga di Venezuela. Ribuan orang di negara itu turun ke jalan-jalan, memanggil namanya.
Pemerintah Venezuela mengundang para pemimpin negara sahabat untuk menghadiri upacara pemakaman yang akan digelar pada hari Jumat di negara itu.
Beberapa negara Amerika Latin telah menyatakan hari berkabung nasional. Kuba, Bolivia, Kolombia, Chili, Ekuador, Peru, Uruguay, Honduras dan Argentina mengungkapkan kesedihan atas kematian pemimpin kawasan Amerika Latin yang paling populer itu.
Pemerintah Iran mengumumkan hari berkabung nasional pada Rabu (6/3) untuk menghormati rakyat Venezuela yang sedang berduka atas kepergian Presiden Hugo Chavez.
Situs resmi presiden Iran melaporkan, sidang kabinet yang dipimpin langsung oleh Presiden Mahmoud Ahmadinejad menetapkan hari berkabung nasional selama satu hari pada Rabu untuk mengapresiasi perjuangan Hugo Chavez dan menghormati rakyat Venezuela.| AT | M | Irib |
"Kematian pemimpin unik ini adalah kerugian besar bagi saya pribadi dan orang-orang Suriah," kata Assad dalam sebuah pernyataan yang disiarkan di televisi pemerintah pada Rabu (6/3).
Presiden Suriah menyampaikan belasungkawa kepada wakil Presiden Venezuela Nicolas Maduro.
"Chavez telah berdiri membela hak-hak Arab yang sah. Ia berdiri terhormat melawan konspirasi terhadap Suriah," tegas Presiden Suriah.
Chavez, pemimpin ikonik Venezuela meninggal pada Selasa (5/3) di usia 58 tahun setelah berjuang selama dua tahun menghadapi kanker. Ia menderita komplikasi setelah operasi terbarunya pada bulan Desember.
Kematian Chavez memicu kesedihan mendalam bagi warga di Venezuela. Ribuan orang di negara itu turun ke jalan-jalan, memanggil namanya.
Pemerintah Venezuela mengundang para pemimpin negara sahabat untuk menghadiri upacara pemakaman yang akan digelar pada hari Jumat di negara itu.
Beberapa negara Amerika Latin telah menyatakan hari berkabung nasional. Kuba, Bolivia, Kolombia, Chili, Ekuador, Peru, Uruguay, Honduras dan Argentina mengungkapkan kesedihan atas kematian pemimpin kawasan Amerika Latin yang paling populer itu.
Pemerintah Iran mengumumkan hari berkabung nasional pada Rabu (6/3) untuk menghormati rakyat Venezuela yang sedang berduka atas kepergian Presiden Hugo Chavez.
Situs resmi presiden Iran melaporkan, sidang kabinet yang dipimpin langsung oleh Presiden Mahmoud Ahmadinejad menetapkan hari berkabung nasional selama satu hari pada Rabu untuk mengapresiasi perjuangan Hugo Chavez dan menghormati rakyat Venezuela.| AT | M | Irib |











Posting Komentar