Jalan Bareng, Lembur Bareng, Peluang Terjadinya Perselingkuhan



acehtraffic.com - Sulitnya mendapatkan angkutan atau harus datang tepat waktu ke tempat kerja adalah tuntutan sebuah pekerjaan apalagi bekerja dikantor pemerintahan dan swasta yang memiliki kedisiplinan tinggi.

Nah, disini bisa jadi awal kisah bermula, kebaikan hati seorang rekan kerja dan pimpinan terkadang tidak selamanya membawa kebaikan, tetapi justru kebaikan itu terkadang membawa dan menghanyutkan ke kehidupan baru yaitu saling menikmati, saling merasakan dan saling mencintai, padahal dalam posisi sama-sama suami dan istri orang.

Itu bukan serta merta terajut, bisa jadi gara –gara menjawab celotehan, gara–gara pandangan, gara-gara menolong dan gara–gara curhat, sampai pada gara-gara colekan kecil. Suasana itu yang semula mungkin ramai yang dipenuhi kawan-kawan lain. Lama kelamaan menjadi mengerucut menjadi antara si A dan si B saja.

Dari situlah komunikasi terjalin. Tempat dan waktu memang tersedia, pasalnya kerja di satu lokasi, ruangan yang sama. Tentunya tidak akan menjadi kecurigaan bagi si suami yang bekerja di tempat lain, toh setiap pagi istrinya pergi dinas.

Waktu–waktu inilah yang kadang bagi pemimpin atau rekan kerja yang ber-akal pejantan alias kameng bhok memamfaatkan waktunya untuk bekerja yang lain bersama cinlok (cintalokasinya)

Kedua pemeran ini akan terlihat biasa jika kembali kerumah, gayanya biasa, dan terlihat lelah karena kecapean bekerja, bagi istri yang setia melihat bapak pulang lelah, dengan ihklas menyodorkan teh hangat agar sibapak segar.

Begitu juga dengan perempuan sepulang kerja ia disambut dengan tertawaan anak dan bayinya hingga  menyodor tangan untuk diangkat sang ibu yang baru pulang.

Namun karena si anak masih kecil belum tahu membedakan bau, maka tidak ketahuan bahwa sang ibunya berselang beberapa jam lalu baru saja lepas dari pelukan lelaki yang bukan ayahnya.

Kelakuan seperti ini memang jelas dilarang oleh agama, namun terkadang pelarangan dan ancaman hukuman di hari akhir nantinya diabaikan disebabkan dorongan nafsu syahwat sejenak.

Pengabaian juga di perkirakan terjadi oleh beberapa factor, factor kekuasaan, factor uang, dan factor waktu dan tempat.  Namun apapun alasanya, moralitas dan keimanan dari seseorang sangat menentukan kelakuan seseorang juga.

Mungkin kita dibolehkan ber-andai-andai, jika misalnya ada banyak orang yang sudah dinobatkan dalam komunitas tertentu adalah sebagai pimpinan dan kelakuan seperti tersebut diatas, maka yang pimpin bakal seperti apa? Itu jika dia seorang pimpinan?

Pastinya kelakuan free  ini telah jauh melenceng dari sebenarnya kelakuan dasar bagi penduduk negeri yang dulu di sebut pulau ruja ini. Namun ini menjadi hal biasa dan menjadi senyum manis diantara mereka, bahkan menjadi cerita bisik-bisik para pemirsa dilingkungan mereka !.| AT | RD | Tulisan II |
Share this post :

Posting Komentar

 
>> Copyright © 2012. AchehPress - Informasi dan media - All Rights Reserved
Template Created by Author Published by Blogger
Powered by Google