
acehtraffic.com-Ketidakjelasan pekerjaan dan pendapatan membuat Ekonomi menjadi masalah. Akibatnya semakin banyak rakyat yang terkena berbagai penyakit. Benteng pertahanan yang lemah, mengakibatkan terjadi benturan ke sana-sini.
Termasuk masuk keranah rumah tangga, krek krok pun, terjadi. Terkadang jalan pintas dianggap pantas. Ada pula status perkawinan masih terjaga namun ranjang sudah masing-masing.
Non sebut saja namanya, wanita ber-umur 24 tahun, warga Aceh Utara itu memiliki tubuh seksi dan berambut panjang, tidak perlu banyak mak up, ia sudah terlihat wajahnya mulus. Senyumannya tergolong menggoda, malu-malu dikit, membuat banyak orang terpesona.
Singkat cerita, beberapa waktu yang silam, akhir sebuah hubungan cinta, ia menikah dengan seorang pria. Namun yang maha kuasa belum memberikan anak untuk mereka. Hari –hari kehidupan mereka semakin jauh dari ketenangan, seakan tidak ada pintu damai bagi rumah tangga mereka, akhirnya krek krok terjadi.
Ekonomi dijadikan alasan bentrokan itu, walaupun ia sedang terjadi perang dingin dengan suami sahnya, namun status perkawinan masih melekat pada keduanya. Awal penyebab keretakan itu, katanya gara-gara si suami sering tidak mampu memenuhi kebutuhan dapur.
Diskusi soal pemenuhan ekonomi antara keduanya sering berakhir ke pertengkaran , hingga akhirnya keduanya saling tidak peduli dan mencari kehidupan masing-masing.
Non berusaha mencari sendiri , beberapa kali coba ia lamar untuk bekerja, belum ada tempat untuk nya. Membuka usaha jualan, yang ada modal hanya diri. Akhirnya begitulah terjadinya, ditengah kondisi galau, ia bertemu seorang teman , teman itulah yang kemudian menawarkan solusi untuk Non.
Non dibawa ke gemerlap alam happy, bernyanyi, berjoget itulah yang dilakoni Non. Non tidak tiap malam, karena masih terikatnya status perkawinan, ia harus membagi dan mencuri waktu jika sang suami sedang bekerja di luar kota.
Kali pertama, kedua membuat Non menikmati kehidupan baru dibawah temaram Gemerlap lampu di Kota yang baru saja damai setelah lama didera konflik. Non tidak khawatir dengan Polisi Syariah atau WH. Pasalnya gaet yang membawanya paham betul tempat dan trik mengelabui razia para polisi Syurga itu.
Berkali ia kunjungi dan dibawa ketempat itu membuat Non semakin terbiasa dengan dunia baru tersebut, dari awal hanya sebagai biduan dan berjoget bareng, ia semakin senang dan terpenuhi sedikit kebutuhannya karena ia mendapatkan sedikit rupiah baik pemberian teman atau orang yang terpuaskan dengan lantunan lagunya.
Secara perlahan ia mengenal satu dua pemirsa tempat itu, yang umumnya lelaki. Emm..emm, kemanjaan terjadi disana. Non semakin menikmatinya, hingga berlanjut ke hal yang lain. Non tidak mematok tariff, bila sebuah deal terjadi, tergantung senang si pemirsa. Ada yang berikan ….s rupee, ada yang … ratus rupee.
Non bukanlah perempuan bebas, dia masih berstatus istri orang. Namun keterancaman hidup akibat ketiadaan pekerjaan suaminya membuat perkawinan mereka berantakan, entah disadari atau tidak ia sudah berada dijalan lampu temaram malam.
Lelaki silih berganti memeluk tubuh mulusnya, dan mencium dan menikmati tubuhnya, untuk sebuah nama yang disebut dengan uang. |ag|rd|











Posting Komentar