Arab Saudi | acehtraffic.com- Sebuah kiriman senjata untuk kelompok-kelompok pemberontak Suriah dari Arab Saudi sedang dalam perjalanan menuju Yordania, kata seorang diplomat Arab.
Diplomat Arab itu kepada AFP, Jumat 16 Maret 2012 tanpa menyebut nama menambahkan bahwa kiriman senjata baru dari Arab Saudi untuk kelompok-kelompok teroris di Suriah sedang dalam perjalanan menuju Yordania.
Akan tetapi diplomat itu tidak memberikan informasi lebih lanjut tentang bagaimana senjata itu akan disalurkan kepada kelompok pemberontak Suriah.
Diplomat Arab itu kepada AFP, Jumat 16 Maret 2012 tanpa menyebut nama menambahkan bahwa kiriman senjata baru dari Arab Saudi untuk kelompok-kelompok teroris di Suriah sedang dalam perjalanan menuju Yordania.
Akan tetapi diplomat itu tidak memberikan informasi lebih lanjut tentang bagaimana senjata itu akan disalurkan kepada kelompok pemberontak Suriah.
Berita ini mencuat setelah pekan lalu Menteri Penerangan Suriah, Adnan Mahmud mengatakan bahwa Arab Saudi dan Qatar yang mendukung "geng teroris bersenjata" di Suriah bertanggung jawab atas pertumpahan darah di negara ini.
Dikatakannya, "Sejumlah negara yang mendukung geng teroris bersenjata, seperti Arab Saudi dan Qatar, menebar terorisme yang menargetkan rakyat Suriah ... dan mereka bertanggung jawab atas pertumpahan darah yang terjadi."
Sabtu 17 Maret 2012 ledakan masif dua bom mobil mengguncang Damaskus, menewaskan sedikitnya 27 orang dan melukai hampir 100 lainnya.
Dikatakannya, "Sejumlah negara yang mendukung geng teroris bersenjata, seperti Arab Saudi dan Qatar, menebar terorisme yang menargetkan rakyat Suriah ... dan mereka bertanggung jawab atas pertumpahan darah yang terjadi."
Sabtu 17 Maret 2012 ledakan masif dua bom mobil mengguncang Damaskus, menewaskan sedikitnya 27 orang dan melukai hampir 100 lainnya.
"Arab Saudi mengirimkan teroris," kata seorang warga Damaskus kepada televisi Suriah.Pengiriman persenjataan kepada pemberontak Suriah itu dilakukan di saat Suriah telah menghadapi instabilitas selama setahun sejak Maret 2011.
Barat dan oposisi Suriah menuding Damaskus bersalah atas instabilitas yang terus berlanjut, tetapi pemerintah al-Assad balik menuding kelompok teroris bertanggung jawab atas kerusuhan yang disetir dari luar negeri.
Pada 20 Februari lalu, Presiden Suriah Bashar al-Assad menyatakan bahwa "Sejumlah negara asing" memicu gejolak di Suriah dengan mendukung dan mendanai kelompok teroris dalam melawan pemerintah." | Irib












Posting Komentar