
Damaskus | Acehtraffic.com - Kepala tim Penjaga Perdamaian PBB Herve Ladsous mengatakan Suriah saat ini sedang dilanda perang saudara skala penuh, terkait tuduhan Amerika Serikat terhadap Rusia yang memasok helikopter tempur bagi rezim Bashar al-Assad.
Herve Ladsous mengatakan bahwa peningkatan kekerasan di Suriah karena pasukan bersenjata Bashar berusaha merebut kendali atas kekuasaan wilayah itu setelah kalah dari kelompok oposisi.
"Ya, menurut saya kita dapat menyebut situasi di Suriah demikian (perang saudara). Menurut saya ada peningkatan besar dalam kekerasan yang terjadi di Suriah, sehingga besar kemungkinan bahwa ada sejumlah perubahan terjadi," katanya. Rabu 13 Juni 2012.
Komentar Ladsous itu merupakan pernyataan lisan pertama secara terbuka dari pejabat PBB atas perang saudara di Suriah.
Sementara itu, Menlu AS Hillary Clinton menuding Rusia, negara sekutu Suriah sejak lama, telah memasok helikopter tempur bagi pasukan Bashar al-Assad.
"Kami prihatin mengenai informasi terakhir yang menyebutkan adanya helikopter tempur dari Rusia ke Suriah. Hal itu akan memperbesar konflik secara dramatis," kata Hillary dalam diskusi para pemerhati di Washington.
"Mereka selalu mengatakan bahwa kami tidak seharusnya khawatir, bahwa semua yang dikirim oleh mereka (Rusia) tidak berhubungan dengan dukungannya secara internal. Itu sangat tidak benar," tegasnya.
Dia juga memperingatkan bahwa misi PBB di negara rawan konflik itu tidak akan bisa bertahan sekali dalam tiga bulan mandatnya yang berakhir Juli.
"Jika tidak ada perubahan di kemudian hari, maka akan sangat sulit bagi PBB untuk memperpanjang misi tersebut. Sehingga itu akan semakin berbahaya bagi para pengamat di sana," kata Hillary.
Sejumlah negara besar dunia sedang mencari cara untuk mengakhiri pertumpahan darah yang telah terjadi selama 15 bulan di Suriah. Jumlah korban akibat peperangan di Suriah semakin bertambah, meskipun telah dikumandangkan gencatan senjata yang seharusnya berlaku mulai 12 April.
Peperangan tersebut menewaskan 72 orang pada Selasa 12 Juni 2012, kata seorang pengamat.
Namun Kepala Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) Anders Fogh Rasmussen, Rabu, mengatakan bahwa campur tangan militer, seperti melibatkan aliansi negara Barat di Libya pada 2011, bukan merupakan cara yang benar.
Utusan PBB untuk Liga Arab Kofi Annan telah mencoba menerapkan enam poin rencananya, yang menyerukan kepada kedua belah pihak untuk segera meletakkan senjata mereka dan ikut serta dalam masa transisi politik di Suriah.
Tetapi kekerasan semakin meningkat di negara itu karena Bashar menolak mundur dan malah mengerahkan pasukan bersenjata untuk melawan kelompok oposisi.
Observatorium Suriah untuk HAM, yang berbasis di Inggris, mengatakan bahwa 14.100 orang lebih telah tewas dalam pemberontakan melawan rezim Bashar.
Dengan kegagalan rencana perdamaian Kofi Annan itu, PBB dan Dewan Keamanan PBB sedang mempelajari adanya berbagai pilihan, kata Ladsous. | AT | AN |















Posting Komentar