Penyelundupan 775 Liter BBM Ke Timor Leste Berhasil Digagalkan TNI

Bahan Bakar Minyak [BBM] dalam jeriken yang diamankan TNI Satgas Pamtas, RI-RDTL , Yonif 312/Kala Hitam, dibawa ke Polres Timor Tengah Utara [TTU], Sabtu, 1 September 2012.
Kefamenanu | Acehtraffic.com - Pasukan Tentara Nasional Indonesia [TNI] dari Satuan Tugas Pengaman Perbatasan [Satgas Pamtas] Republik Indonesia-Republik Demokratik Timor Leste, Yonif 312/Kala Hitam, yang bertugas di pos Desa Napan, Kecamatan Bikomi Utara, Kabupaten Timor Tengah Utara [TTU], Nusa Tenggara Timur, berhasil menggagalkan penyelundupan 775 liter Bahan Bakar Minyak [BBM] jenis premium, solar dan minyak tanah ke Distrik Oekusi, Timor Leste.

Operasi penggagalan penyelundupan BBM oleh TNI tersebut dilakukan sebanyak dua kali yakni pada 18 Agustus dan 29 Agustus. Dalam penggagalan pertama, TNI mengamankan 200 liter BBM yang terdiri dari 19 jeriken premium ukuran lima liter, 17 jeriken solar ukuran lima liter dan empat jeriken minyak tanah ukuran lima liter, serta 20 jeriken kosong, semuanya ukuran lima liter. Kemudian, pada penggagalan kedua, diamankan sebanyak 575 liter, diantaranya 52 jeriken premium ukuran lima liter, 51 jeriken solar ukuran lima liter dan tiga jeriken solar ukuran 20 liter.

Selain BBM turut juga diamankan seorang warga Desa Napan bernama Feni [34] yang tertangkap tangan membawa BBM. Barang bukti yang berhasil diamankan tersebut kemudian diserahkan ke Polres TTU, Sabtu, 1 September 2012 oleh Wakil Komandan Satgas Pamtas, Yonif 312/Kala Hitam, Kapten Candra dan Komandan Kompi Tempur Pos Wini, Yonif 312/Kala Hitam, Kapten Muadi.

Muadi, kepada kompas.com mengatakan, semua BBM yang digagalkan tersebut, selalu ditinggalkan oleh pemiliknya. "Mereka semua yang bawa BBM untuk diselundupkan ke Timor Leste, pada saat kita datangi, mereka langsung melarikan diri masuk ke Timor leste, meninggalkan jeriken yang berisi BBM. Hanya pada saat operasi yang kedua, kita berhasilkan amankan satu orang perempuan bernama Feni yang membawa 570 liter BBM," jelasnya.

Lanjut Muadi, sindikat penyelundup BBM ke Timor Leste biasanya mengangkut BBM menggunakan mobil pick up melewati jalan tikus.

Sementara itu, Wakil Kepala Polres TTU Komisaris Yulian Perdana mengatakan, kerjasama antara TNI Polri ini akan semakin ditingkatkan lagi, khususnya menyangkut pengamanan di sepanjang daerah perbatasan..

"Terkait dengan penyelundupan-penyelundupan ini, kita tentu berupaya agar aset-aset negara ini tidak disalahgunakan. BBM yang seharusnya dinikmati oleh warga negara kita, malah dinikmati oleh warga negara lain. Kemudian tindak lanjutnya sesuai dengan ketentuan perundang-undangan, akan kami dalami lagi tentang penyelundupan ini, entah itu menggunakan undang-undang [UU] pidana umum maupun pidana khusus [UU tentang minyak dan gas]," terangnya. | AT | H | KP |
Share this post :

Posting Komentar

 
>> Copyright © 2012. AchehPress - Informasi dan media - All Rights Reserved
Template Created by Author Published by Blogger
Powered by Google