Jakarta | Acehtraffic.com - Anggota komisi III DPR RI Didi Irawadi Syamsuddin mengungkapkan, teroris makin ganas dan berani. Pasalnya, kini sasaran teroris bukan hanya warga sipil namun polisi yang merupakan aparat pengayom masyarakat. "
Sekarang teroris makin ganas dan berani. Saya bisa berkata demikian karena sasaran teroris sekarang adalah polisi," ujar Didi di warung daun Cikini, Jakarta, Sabtu, 1 Agustus 2012.
Didi menjelaskan, kinerja Polri yang menembak mati dua teroris dan membekuk satu tersangka teroris patut diapreasi. Dia melanjutkan, tindakan teroris yang meneror warga Solo termasuk pelanggaran HAM. Polri, lanjutnya, harus mengusut tuntas kasus aksi teror di Solo.
Dengan demikian, terangnya, dalang teror dapat dibekuk, tidak hanya pelaku lapangan. "Saya harap polisi dapat menuntaskan kasus [teror Solo] ini. Kalau polisi tidak dapat menuntaskan kasus ini maka akan jadi preseden buruk polri di mata masyarakat,"tambahnya.
Dia turut menjelaskan, densus 88 adalah pelindung masyarakat. Jika Densus 88 gagal menuntaskan teror, maka akan timbul ketidakpercayaan dalam benak masyarakat pada Polri.
Masyarakat, tegasnya, akan memandang bahwa jika Polisi dapat diperdaya oleh para teroris maka untuk apa keberadaan Polri. Dia menjelaskan, Komisi III DPR pada Senin 3 September 2012, nanti akan memanggil Kapolri untuk dimintai keterangan atas penanganan teror Solo. Tidak hanya itu, lanjutnya, wakil rakyat di Komisi III akan meminta penjelasan Polri terkait kasus Sampang dan kekerasan lainnya. | AT | H | KP |












Posting Komentar