Jakarta | acehtraffic.com- Menteri Perdagangan Gita Wirjawan kembali menegaskan Indonesia perlu memperbanyak orang dengan pendidikan tinggi hingga bergelar Doktor. Hal ini menurutnya akan terwujud dalam waktu dekat seiring pertumbuhan ekonomi dalam negeri.
"Harus ada peningkatan dan kemajuan pendidikan. Salah satunya adalah sekolah keluar negeri. Kita akan menyediakan jauh lebih besar sekitar US$ 48 juta untuk mendapatkan banyak doktor yang bergelar Phd di 20 tahun mendatang," kata Gita di Jakarta Theater Building, Sabtu 20 Oktober 2012.
Pada dua dasawarsa mendatang, tepatnya tahun 2030 Indonesia digadang-gadang akan menjadi negara dengan ekonomi terbesar ke-7 dunia. Saat itu, anggaran pendidikan pun akan naik yaitu US$ 48 juta untuk beasiswa sekolah ke luar negeri dan US$ 120 juta untuk beasiswa sekolah di dalam negeri.
GDP yang didapat Indonesia pada tahun 2030 diperkirakan mencapai US$ 7 triliun. "Itu asumsi pendapatan kita. 7 kali lipat dari saat ini," tuturnya.
Gita menjelaskan, hal ini akan terwujud jika didukung stabilitas politik dan ekonomi negara, juga kondisi alam. Meski terdapat pula tantangan di masa mendatang yakni menjaga konsumsi domestik. Konsumsi domestik adalah salah satu faktor dimana Indonesia bisa mengumpulkan banyak dollar.
"Kita akan lakukan 20 tahun ke depan syaratnya tidak ada skenario dan gempa bumi, juga kekacauan politik bahkan ledakan bom. Ekonomi saat itu (2030) terbesar ke-7 di dunia dengan US$ 7 triliun," papar Gita.
"Ini masa depan luar biasa di kelas menengah dengan negara konsuntif, kita akan kumpulkan dollar di dalam negeri," tutupnya.| AT | R | Detik|
"Harus ada peningkatan dan kemajuan pendidikan. Salah satunya adalah sekolah keluar negeri. Kita akan menyediakan jauh lebih besar sekitar US$ 48 juta untuk mendapatkan banyak doktor yang bergelar Phd di 20 tahun mendatang," kata Gita di Jakarta Theater Building, Sabtu 20 Oktober 2012.
Pada dua dasawarsa mendatang, tepatnya tahun 2030 Indonesia digadang-gadang akan menjadi negara dengan ekonomi terbesar ke-7 dunia. Saat itu, anggaran pendidikan pun akan naik yaitu US$ 48 juta untuk beasiswa sekolah ke luar negeri dan US$ 120 juta untuk beasiswa sekolah di dalam negeri.
GDP yang didapat Indonesia pada tahun 2030 diperkirakan mencapai US$ 7 triliun. "Itu asumsi pendapatan kita. 7 kali lipat dari saat ini," tuturnya.
Gita menjelaskan, hal ini akan terwujud jika didukung stabilitas politik dan ekonomi negara, juga kondisi alam. Meski terdapat pula tantangan di masa mendatang yakni menjaga konsumsi domestik. Konsumsi domestik adalah salah satu faktor dimana Indonesia bisa mengumpulkan banyak dollar.
"Kita akan lakukan 20 tahun ke depan syaratnya tidak ada skenario dan gempa bumi, juga kekacauan politik bahkan ledakan bom. Ekonomi saat itu (2030) terbesar ke-7 di dunia dengan US$ 7 triliun," papar Gita.
"Ini masa depan luar biasa di kelas menengah dengan negara konsuntif, kita akan kumpulkan dollar di dalam negeri," tutupnya.| AT | R | Detik|












Posting Komentar