Afrika Selatan Hadapi Kondisi Darurat Rawan Pangan

New York | acehtraffic.com - Seorang pejabat senior PBB yang bertugas menangani masalah kemanusiaan mengakui kondisi darurat rawan pangan di Afrika bagian selatan, kata juru bicara PBB kepada wartawan di Markas PBB, New York, Jumat 19 Oktober 2012

Wakil Kepala Urusan Kemanusiaan Catherine Bragg baru saja mengakhiri kunjungan lima-harinya ke wilayah Afrika selatan dan mengakui kondisi rawan pangan terus jadi masalah kronisi di wilayah tersebut, terutama di Lesotho, Malawi, Swaziland dan Zimbabwe, kata Martin Nesirky, Juru Bicara Sekretaris Jenderal PBB, dalam taklimat harian.

Menurut Kantor PBB Urusan Koordiasi dan Kemanusiaan (OCHA), tempat Bragg bekerja, lebih dari 5,5 juta orang di delapan negara di seluruh wilayah tersebut --naik 40 persen dari 2011-- menghadapi kekurangan pangan akibat dampak bencana alam saat ini seperti kemarau dan banjir, serta naiknya harga pangan.

"Produksi pangan regional telah melemah akibat bencana yang muncul lagi," kata Bragg sebagaimana dilaporkan Xinhua --yang dipantau ANTARA di Jakarta, Sabtu. "Di Lesotho, sebanyak sepertiga warga tak memiliki cukup makanan untuk dimakan atau dijual. Di Zimbabwe, 1,6 juta orang diperkirakan menghadapi kerawanan pangan dan banyak keluarga menjual ternak mereka guna menanggulangi situasi yang mengerikan ini."

Bragg menyeru semua negara dan mitra PBB di wilayah itu untuk memperkuat upaya mereka guna bekerjasama dalam meningkatkan kesiapan tanggap bencana dan menanggulangi kerawanan pangan, kata Nesirky.| AT |R| ANTARA/Xinhua-OANA |

Share this post :

Posting Komentar

 
>> Copyright © 2012. AchehPress - Informasi dan media - All Rights Reserved
Template Created by Author Published by Blogger
Powered by Google