
Acehtraffic.com - Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Ramin Mehmanparast menilai pakta perdamaian bersejarah antara pemerintah Filipina dan kelompok separatis Front Pembebasan Islam Moro (MILF) sebagai terobosan penting, dan Tehran mendukung kesepakatan damai tersebut.
Mehmanparast menyatakan harapannya bahwa kedua pihak akan menandatangani kesepakatan damai final dalam waktu dekat dengan mengadakan perundingan konstruktif dalam rangka membangun perdamaian, stabilitas dan pembangunan ekonomi di wilayah Mindanao selatan.
Pada hari Senin 15 Oktober 2012, Presiden Filipina Benigno Aquino dan pemimpin MILF Murad Ebrahim menandatangani pakta perdamaian di ibukota Manila dalam bentuk "perjanjian kerangka kerja."
Menurut perjanjian perdamaian, pemerintah Filipina akan membentuk suatu daerah otonom di Mindanao yang merupakan pulau terbesar kedua di timur negara itu yang akan dikendalikan oleh kaum Muslim minoritas.
MILF telah berjuang untuk kemerdekaan wilayah timur Filipina sejak awal 1970-an. Konflik antara pemerintah dan kelompok separatis dilaporkan telah menewaskan lebih dari 15.000 orang.| AT | M | Irib |
Mehmanparast menyatakan harapannya bahwa kedua pihak akan menandatangani kesepakatan damai final dalam waktu dekat dengan mengadakan perundingan konstruktif dalam rangka membangun perdamaian, stabilitas dan pembangunan ekonomi di wilayah Mindanao selatan.
Pada hari Senin 15 Oktober 2012, Presiden Filipina Benigno Aquino dan pemimpin MILF Murad Ebrahim menandatangani pakta perdamaian di ibukota Manila dalam bentuk "perjanjian kerangka kerja."
Menurut perjanjian perdamaian, pemerintah Filipina akan membentuk suatu daerah otonom di Mindanao yang merupakan pulau terbesar kedua di timur negara itu yang akan dikendalikan oleh kaum Muslim minoritas.
MILF telah berjuang untuk kemerdekaan wilayah timur Filipina sejak awal 1970-an. Konflik antara pemerintah dan kelompok separatis dilaporkan telah menewaskan lebih dari 15.000 orang.| AT | M | Irib |











Posting Komentar