Kontrak Gas Baru untuk Domestik


Jakarta | Acehtraffic.com - Menteri ESDM Jero Wacik mengatakan, pemerintah akan mengalokasikan sebesar-besarnya produksi gas bumi dari kontrak baru untuk memenuhi kebutuhan domestik yang terus meningkat di masa mendatang. Minggu 21 Oktober 2012

"Kalau ada kontrak gas baru, maka sekecil mungkin ekspornya dan sebesar mungkin untuk dalam negeri," katanya usai rapat tertutup dengan Komisi VII DPR di Jakarta, akhir pekan lalu.

Menurut Jero Wacik, kebijakan tersebut dilakukan menyusul kebutuhan gas dalam negeri yang terus meningkat seiring pertumbuhan ekonomi. Jero mengatakan, DPR juga sepakat dengan kebijakan yang memprioritaskan alokasi gas berikutnya untuk kepentingan dalam negeri.

"Pikiran pemerintah dan DPR sama yakni alokasi gas berikutnya harus prioritas dalam negeri," katanya.

Ia melanjutkan, pemerintah dan DPR akan membicarakan besaran alokasi kebutuhan dalam negeri beserta rincian sektor penggunanya dalam waktu dekat. Mengenai kontrak gas lama, Jero mengatakan, pihaknya akan tetap menghormati kontrak-kontrak yang memang menguntungkan.

"Namun, kami akan upayakan negosiasi secara baik-baik pada kontrak lama yang merugikan," katanya.

Berdasarkan data Badan Pelaksana Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas), proyek gas yang akan beroperasi antara lain South Mahakam, Kaltim dengan operator Total E&P berkapasitas 202 MMSCFD pada 2013.

Lalu, pada 2014 ada Madura BD, Jatim dengan operator, Husky Madura sebesar 100 MMSCFD, Kepodang, Jateng dengan operator Petronas 116 MMSCFD, dan 2015 ada Senoro, Sulteng dengan operator JOB Pertamina-Medco Tomori 280 MMSCFD.

Selanjutnya, masih di 2015, proyek Jangkrik, Kaltim dengan operator ENI Muara Bakau 290 MMSCFD, 2016 ada IDD-Gendalo Hub, Kaltim dengan operator Chevron Indonesia Co 560 MMSCCFD, dan 2017 IDD-Gehem Hub, Kaltim dengan operator Chevron Indonesia Co 330 MMSCFD.

Proyek gas lainnya adalah Masela, Maluku dengan operator Inpex Masela 355 MMSCFD, Tangguh pada 2017, Papua Barat dengan operator BP Berau Ltd 870 MMSCFD pada 2018, dan East Natuna, Kepri dengan operator Konsorsium Pertamina 1.000 MMSCFD pada 2020. | AT | R | Antara|
Share this post :

Posting Komentar

 
>> Copyright © 2012. AchehPress - Informasi dan media - All Rights Reserved
Template Created by Author Published by Blogger
Powered by Google