
Acehtraffic.com - Pengadilan AS mendukung penyebaran iklan Islamofobia yang menggambarkan Muslim sebagai komunitas liar, dengan dalih kebebasan berekspresi.
"Dalam setiap perang terjadi antara manusia beradab dan liar. Dukung manusia beradab. Dukung Israel. Kalahkan Jihad, " kata baris iklan yang terpajang di dinding empat stasiun kereta api Washington.
Otoritas Metropolitan Washington bermaksud untuk menunda pemasangan empat iklan kontroversial itu. Mereka khawatir iklan ini akan menyulut kemarahan baru setelah meluasnya kekerasan di seluruh dunia yang dipicu oleh film anti-Islam buatan AS. Namun, hakim pengadilan distrik Washington dengan mengutip hak Amandemen Pertama untuk kebebasan berbicara, menolak permintaan tersebut.
Poster kontroversial juga ditempatkan dalam sistem kereta bawah tanah New York City, yang disponsori oleh kelompok pro-Israel, American Freedom Defense Initiative (AFDI), yang menyuarakan propaganda "Hentikan Islamisasi Amerika."
AFDI dipimpin oleh blogger sayap kanan anti-Islam blogger Pamela Geller.
Poster-poster anti-Islam yang tersebar di berbagai tempat itu memicu kecaman dari kelompok advokat berbagai komunitas agama di Amerika Serikat.
Dewan Hubungan Islam-Amerika menyatakan keprihatinannya atas iklan yang menyulut permusuhan anti-Islam, dan menegaskan penolakan luas dari pesan kebencian yang dipromosikan oleh iklan tersebut.
Pada tanggal 25 September, aktivis The Interfaith Center of New York berkumpul di Balai Kota untuk memprotes iklan anti-Islam itu. "Iklan sentimen anti-Muslim ini bertujuan untuk memecah belah kita, tapi kita akan selalu datang bersama-sama, lebih keras dan kuat, demi saling menghormati dan martabat," kata Kaur Valarie, direktur Groundswell, Auburn Seminary.| AT | M | Irib |
"Dalam setiap perang terjadi antara manusia beradab dan liar. Dukung manusia beradab. Dukung Israel. Kalahkan Jihad, " kata baris iklan yang terpajang di dinding empat stasiun kereta api Washington.
Otoritas Metropolitan Washington bermaksud untuk menunda pemasangan empat iklan kontroversial itu. Mereka khawatir iklan ini akan menyulut kemarahan baru setelah meluasnya kekerasan di seluruh dunia yang dipicu oleh film anti-Islam buatan AS. Namun, hakim pengadilan distrik Washington dengan mengutip hak Amandemen Pertama untuk kebebasan berbicara, menolak permintaan tersebut.
Poster kontroversial juga ditempatkan dalam sistem kereta bawah tanah New York City, yang disponsori oleh kelompok pro-Israel, American Freedom Defense Initiative (AFDI), yang menyuarakan propaganda "Hentikan Islamisasi Amerika."
AFDI dipimpin oleh blogger sayap kanan anti-Islam blogger Pamela Geller.
Poster-poster anti-Islam yang tersebar di berbagai tempat itu memicu kecaman dari kelompok advokat berbagai komunitas agama di Amerika Serikat.
Dewan Hubungan Islam-Amerika menyatakan keprihatinannya atas iklan yang menyulut permusuhan anti-Islam, dan menegaskan penolakan luas dari pesan kebencian yang dipromosikan oleh iklan tersebut.
Pada tanggal 25 September, aktivis The Interfaith Center of New York berkumpul di Balai Kota untuk memprotes iklan anti-Islam itu. "Iklan sentimen anti-Muslim ini bertujuan untuk memecah belah kita, tapi kita akan selalu datang bersama-sama, lebih keras dan kuat, demi saling menghormati dan martabat," kata Kaur Valarie, direktur Groundswell, Auburn Seminary.| AT | M | Irib |











Posting Komentar