
Lhokseumawe | Acehtraffic.com – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Kota Lhokseumawe dan Aceh Utara, meminta perusahaan Exxon Mobil untuk bertanggungjawab penuh atas kasus pencemaran yang telah dilakukannya. Kamis, 4 Oktober 2012.
“Kalau hal tersebut tidak diindahkan, maka cabut saja izin perusahaan Exxon Mobil”. Ujar Muhammad Nasrullah, ketua HMI cabang Kota Lhokseumawe dan Aceh Utara kepada The Aceh Traffic.
Kita juga mendesak, sambung Nasrul, perusahaan Exxon Mobil untuk membersihkan secara permanen lokasi-lokasi yang telah tercemar limbah, sehingga nantinya tidak membahayakan kesehatan masyarakat yang tinggal di lokasi tersebut.
Muhammad Nasrullah menambahkan, ExxonMobil sudah berkali-kali melakukan pencemaran limbah. Maka perusahaan milik Negara Paman Sam tersebut, harus melakukan rehabilitas terhadap masyarakat yang tinggal di wilayah beroperasi pabrik Exxon Mobil.
“Jangan karena Exxon Mobil mau berakhir, tempat penampungan limbah dibiarkan begitu saja”, tutur Muhammad Nasrullah.
HMI Cabang Lhokseumawe dan Aceh Utara menilai penanganan kasus pencemaran limbah yang dilakukan oleh perusahaan Exxon Mobil masih belum serius. Seharusnya masyarakat yang terkena efek limbah tersebut harus diuji kesehatan, karena dampak limbah tersebut dalam waktu jangka panjang.
“Ini merupakan kejahatan lingkungan, maka Exxon Mobil harus bertanggungjawab”, kata Muhammad Nasrullah.| AT | AG |











Posting Komentar