
acehtraffic.com - Militer Amerika telah mulai bekerja mengembangkan kapal selam tanpa awak yang mampu menjelajahi lautan untuk melacak kapal bawah laut negara-negara lawan.
Departemen Pertahanan Amerika Serikat berada dalam tahap awal pengembangan "kapal selam tak berawak" yang akan menavigasi lautan di seluruh dunia, "pelacakan dan mengikuti kapal selam musuh selama berbulan-bulan sekaligus," lapor RIA Novosti, Rabu.
Badan Proyek Riset Pertahanan Tingkat Lanjut Pentagon (DARPA), bertugas untuk mengembangkan teknologi militer baru itu, memulai proyeknya sejak "meningkatnya jumlah musuh yang mampu membangun dan mengoperasikan kapal selam listrik diesel yang merupakan ancaman keamanan nasional yang mempengaruhi operasi angkatan laut AS dan sekutunya di seluruh dunia, "tambah laporan itu, mengutip pernyataan yang dimuat di situs DARPA.
Kapal selam tanpa awak berpotensi akan mampu berpatroli sepanjang garis pantai AS hingga 80 hari sekaligus mencakup ribuan kilometer dengan menggunakan teknologi sensor non-konvensional," tambah pernyataan DARPA.
Tugas utama dari kapal selam tanpa awak jelajah samudra itu menjadi "patroli perairan mencari kapal selam musuh dan kemudian mengusirnya jika ditemukan," tambah laporan itu, mengutip Discovery News. "Kapal selam itu juga akan mengumpulkan informasi yang dianggap perlu oleh pemerintah AS, yang kemudian akan dikirim ke komandan angkatan laut AS di darat."
DARPA memberikan kontrak senilai USD 58 juta (sekitar Rp 551 milyar) pada bulan Agustus kepada Science Applications International Corporation (SAIC) untuk desain dan konstruksi prototipe kapal itu.| AT | Z | PressTV











Posting Komentar