Bireuen | acehtraffic.com- Rumah semi permanen berukuran 8 x 7 milik janda Sakdah Bin Sulaiman (60) warga Lapehan Mesjid Kecamatan Makmur Kabupaten Bireuen hangus dilalap sijago merah sekira, Jumat 16 November 2012. Kebakaran tersebut diduga akibat disalut api oleh seorang anaknya yang stress. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Berdasarkan keterangan Faisal Ali Ketua PMI ranting kecamatan Makmur kabupaten Bireuen kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 23.00 wib malam, kepulan asap menjulang tinggi ke angkasa, warga yang melihat kejadian itu langsung ketempat kejadian.
Api yang mengganas tak dapat menyelamatkan isi rumah Nek Sakdah , namun warga dapat mengantisipati menjalarnya api ke rumah yang berdekatan dengan TKP.
Berdasarkan keterangan warga lain, kebakaran tersebut di duga berasal dari api sulapan anak korban bernama yusmadi (30 yang mengalami gangguang jiwa alias Pungo, yusmadi sebelumnya di ikat dengan rantai di dalam rumah namun beberapa hari yang lalu dia lepas, dan entah bisikan apa hingga dia menyulut api kerumahnya.
Yusmadi telah dua tahun mengalami konslet saraf, selama ini dia diikat di rumah panggung disamping rumahnya---ketika dia terlepas ibunda sakdah dan seorang adiknya tidak berani tinggal dirumah, bahkan saat kejadian itupun kelurga tidak berada di rumah.
Azhari sekdes desa setempat mengungkapkan sejak kejadian semalam warga terus mengawasi pergerakan Yusmadi yang mengitari Gampong Lapehan yang bersenjatakan cangkul, kukur kelapa dan batu ditangan sampai pagi hari.
Dan pada pagi hari Yusmadi berdiri di atas jembatan gantung lintas rumahnya dengan sejata cangkul, kukur kelapa serta batu. Ditengah jembatan dengan senjata berbahaya itu Yusmadi yang sudah konslet saraf siap menyerang siapa saja.
Kondisi itu membuat perangkat desa dan warga harus mengeluarkan jurus untuk membujuknya agar melepaskan senjata cangkul dan kukur itu, namun usahi a itu sia-sia, kesiagaan Yusmadi bak pejuang republic ini dimasa silam dalam menghalau Belanda
Perangkat desa Lapehan Mesjid tidak kehabisan akal untuk meredam gerak laju yusmadi serta melumpuhkan senjatanya, entah teringat ke masa silam, para perangkat desa pun mengambil bambu yang masih dipenuhi ranting runcing dengan senjata itu mereka menekan tubuh Yusmadi.
Bambu runcing membuat Yusmadi menyerah, kemudian Yusmadi berhasil ditawan dengan cara di ikat dan rencananya akan dalam waktu dekat akan dijebloskan ke Rumah Sakit Jiwa di Banda Aceh. | AT | RD| NF |foto ilustrasi|











Posting Komentar