Kasus Pemukulan Di Riau, Wartawan Minta Proses Hukum Diteruskan

Pekanbaru | Acehtraffic.com -- Wartawan yang menjadi korban kekerasan perwira TNI Angkatan Udara setelah jatuhnya pesawat Superhawk 200 di Pekanbaru meminta agar proses hukum kasus itu diteruskan. 

Saling memaafkan antara tiga wartawan korban kekerasan dan pelaku, Letkol Robert Simanjuntak, dua hari lalu, tak lantas membuat kasus kekerasan itu mesti dihentikan.

"Kami sudah saling memaafkan, namun proses hukum hendaknya tetap berjalan," kata Didi Erwanto, wartawan Riau Pos, di sela rapat Solidaritas Wartawan Riau di kantor Persatuan Wartawan Indonesia di Jalan Sumatera, Pekanbaru, kemarin. Didi adalah salah satu wartawan yang dicekik dan dipukuli saat meliput jatuhnya pesawat Superhawk 200, Selasa lalu.

Permintaan serupa juga disampaikan Fachri Robbyanto, wartawan Riau TV. "Penegakan hukum akan menjadi contoh bagi masa mendatang dan supaya kekerasan seperti ini tidak terulang lagi," kata Fachri di acara yang sama. Selain Didi dan Robbyanto, korban kekerasan lainnya adalah Rian F.B. Anggoro, wartawan kantor berita Antara.

Secara terpisah, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) juga mendesak agar proses hukum kasus ini diteruskan. Koordinator Divisi Advokasi AJI Indonesia, Aryo Wisanggeni, mengatakan bahwa proses hukum harus dilakukan guna memutus mata rantai kekerasan.

Berdasarkan data AJI, ini kasus kekerasan ketiga dalam setahun ini yang pelakunya adalah militer. AJI menilai kasus kekerasan terhadap wartawan itu tak lepas dari praktek impunitas yang selama ini terjadi sehingga itu tak menimbulkan efek jera bagi pelakunya dan memicu kekerasan serupa berikutnya. "Situasi ini berbahaya bagi jurnalis," kata Aryo.

Dalam rapat yang digelar Solidaritas Wartawan Riau, disepakati untuk mengirimkan korban kekerasan dan wakil lintas organisasi ke Jakarta guna menemui Dewan Pers dan pihak terkait lainnya. 

Salah satu misinya adalah memberi masukan kepada Dewan Pers dan TNI agar mengeluarkan semacam prosedur standar operasional (SOP) dalam meliput peristiwa yang bersinggungan dengan soal militer. "Semacam SOP," kata Koordinator Solidaritas Wartawan Riau, Syahnan Rangkuti.

Sebelumnya, Robert Simanjuntak mengatakan bahwa ia secara pribadi akan menerima sanksi apa pun dari institusinya terkait dengan masalah tersebut. "Saya dan keluarga sangat ingin masalah ini segera selesai," kata dia. 

Komandan Pangkalan Angkatan Udara Pekanbaru Kolonel Pnb Bowo Budiarto menyatakan bahwa pihaknya masih mengusut kasus ini.|AT | R | KORTEM|
Share this post :

Posting Komentar

 
>> Copyright © 2012. AchehPress - Informasi dan media - All Rights Reserved
Template Created by Author Published by Blogger
Powered by Google