
Canberra | acehtraffic.com - Menteri Pertahanan Australia Stephen Smith meminta maaf kepada korban pelecehan seksual di tubuh militer dan berjanji membentuk satuan tugas untuk menyelidiki klaim pelecehan itu dan hadiah ganti rugi.
''Kepada personil pria dan wanita di Angkatan Pertahanan Australia atau Departemen Pertahanan yang mengalami kekerasan seksual atau bentuk kekerasan lainnya, atas nama pemerintah, saya meminta maaf,'' kata Smith kepada parlemen pada hari Senin, sebagai langkah baru untuk mereformasi budaya militer Australia.
Dia mengakui bahwa beberapa anggota militer telah disiksa dan mengalami perlakuan buruk oleh atasannya sejak awal 1950-an. "Anda seharusnya tidak pernah mengalami pelecehan ini."
Kasus paling awal yang berkaitan dengan dugaan pelecehan yaitu kasus seorang peserta training angkatan laut yang berumur 13 tahun pada tahun 1951, sedangkan kasus yang terbaru berkaitan dengan peristiwa tahun 2011.
Sebuah tinjauan awal dari dugaan itu oleh sebuah firma hukum menemukan bahwa 750 kasus "masuk akal", kata Smith, seperti dilansir Guardian.co.uk.
Smith mengatakan beberapa pelaku masih bertugas di militer.
Panglima Angkatan Bersenjata Australia Jenderal David Hurley juga meminta maaf kepada semua korban yang mengalami pelecehan seksual, kekerasan fisik atau mental saat bertugas di Angkatan Pertahanan Australia.
Menteri Pertahanan Australia menegaskan bahwa satuan tugas independen, yang dipimpin oleh mantan Hakim Agung Australia Barat Len Roberts-Smith, akan menyelidiki setidaknya 775 kasus pelecehan dan mengatur mengenai pembayaran ganti rugi hingga 50.000 dollar Australian untuk setiap korban.
Dia mengatakan bahwa militer akan bekerja sama dengan pemerintah dalam proses penyelidikan dan memperingatkan mereka yang terbukti bersalah atas kasus pelecehan itu akan dibawa ke pengadilan.
Permintaan maaf itu terjadi setelah skandal seks di tubuh militer yang di-streaming lewat internet pada tahun 2011. | AT | Z
Posting Komentar